Mengenal CDI Mobil Yang Mengatur Sistem Pengapian Pada Mobil

icon 27 January 2025
icon Admin

Meskipun ukurannya kecil, komponen CDI (Capacitor Discharge Ignition) mobil memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pengapian kendaraan Anda. Tanpa CDI yang berfungsi dengan baik, mobil Anda bisa mengalami masalah, bahkan mogok di tengah jalan. Dalam artikel ini, kita akan membahas komponen-komponen CDI, cara kerjanya, serta pentingnya perawatan CDI untuk kendaraan Anda.

Komponen CDI Mobil dan Fungsinya

 

Komponen CDI Mobil dan Fungsinya

 

CDI mobil terdiri dari beberapa komponen yang bekerja sama untuk mengatur pengapian. Berikut adalah komponen-komponen utama CDI dan fungsinya:

1. Spul dan Rotor Magnet

Spul adalah kumparan statis yang terletak dalam rotor magnet. Rotor magnet berbentuk tromol dan terhubung ke poros engkol mesin. Ketika poros mesin berputar, rotor magnet menghasilkan arus listrik melalui spul. Ini adalah langkah pertama dalam proses pengapian.

2. Pulse Igniter/Pick Up Coil

Komponen ini berfungsi mirip dengan spul, tetapi dengan cara yang lebih sederhana. Dalam satu putaran engkol, hanya ada satu kali perpotongan. Hasilnya adalah pengiriman sinyal PWM (Pulse Width Modulation) yang menunjukkan timing pengapian dan RPM mesin.

3. Pulser

Pulser, atau pick up coil, adalah sensor yang mendeteksi logam dan menghasilkan sinyal atau tegangan AC kecil saat melintasi gigi reluctor. Sinyal kecil ini kemudian ditambahkan power sebagai data input untuk CDI module atau ignition module.

4. Voltage Converter

Voltage converter adalah komponen yang meningkatkan arus discharge menjadi tegangan yang lebih tinggi. Dalam waktu singkat, tegangan listrik dari spul dapat ditingkatkan hingga 300 volt untuk mengisi kapasitor.

5. CDI Unit

CDI unit adalah modul utama sistem pengapian. Fungsi utamanya adalah menyalurkan tegangan melalui prinsip discharge menuju koil, yang sangat penting untuk proses pengapian.

Cara Kerja CDI pada Mobil

Prinsip kerja CDI mobil menggunakan arus DC dan dapat dijelaskan dalam beberapa langkah berikut:

  • Posisi Kunci Kontak ON: Ketika kunci kontak di posisi ON, arus dari baterai mengalir menuju saklar.

  • Arus Mengalir ke Koil: Arus listrik terus mengalir menuju kumparan penguat arus (koil) dalam CDI.

  • Tegangan Meningkat: Arus yang melewati koil akan meningkatkan tegangan dari 12 volt DC menjadi 220 volt AC.

  • Pengalihan Arus ke Kondensor: Arus listrik ini kemudian dialirkan melalui dioda menuju kondensor untuk disimpan sementara.

  • Menghidupkan SCR: Arus yang disimpan akan menghidupkan SCR (Silicon Controlled Rectifier) yang memicu kondensor untuk mengalirkan arus listrik menuju kumparan primer koil pengapian.

  • Tegangan Induksi: Hasilnya adalah tegangan induksi yang muncul di kedua kumparan tersebut, yang akhirnya membuat busi memercikkan bunga api.

  • Pembakaran Campuran Bahan Bakar: Percikan api ini sangat penting untuk membakar campuran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar, sehingga mesin dapat berfungsi dengan baik.

Pentingnya Perawatan CDI

Karena CDI memiliki peran yang krusial dalam sistem pengapian, penting untuk melakukan perawatan secara menyeluruh. Jika CDI mengalami masalah, kendaraan Anda bisa mogok di tengah perjalanan. Pastikan untuk memeriksa komponen CDI secara berkala dan segera mengganti bagian yang rusak.