Ini Penjelasan Mobil yang Dipacu di Kecepatan Tinggi Bisa Lebih Boros

Banyak penggemar otomotif mengidamkan mobil dengan kecepatan tinggi untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.
Namun, di balik itu, ada konsekuensi yang harus diterima, mobil dengan kecepatan tinggi BBM pun menjadi lebih boros.
Tak sedikit pemilik kendaraan yang mengeluhkan betapa cepatnya tangki bahan bakar mereka kosong saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, tetapi merupakan hasil dari berbagai faktor teknis yang membuat mobil dengan kecepatan tinggi lebih banyak mengonsumsi BBM.
Agar lebih memahami penyebabnya, mari kita bahas faktor-faktor yang berkontribusi terhadap borosnya bahan bakar pada mobil dengan performa tinggi.
Alasan Mobil Kecepatan Tinggi BBM Boros
Mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi tak jarang membuat pengisian BBM menjadi lebih boros, berikut beberapa penyebabnya:
-
Faktor Aerodinamika
Saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, hambatan udara yang diterima kendaraan meningkat secara signifikan.
Ini berarti mesin harus bekerja lebih keras untuk melawan gaya gesekan udara yang semakin besar.
Semakin cepat kendaraan bergerak, semakin tinggi pula energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kecepatan tersebut, yang akhirnya berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.
-
Mesin yang Bekerja Lebih Keras
Saat sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, dibutuhkan tenaga yang jauh lebih besar untuk menjaga akselerasi tetap optimal serta memastikan stabilitas selama berkendara.
Agar dapat mempertahankan performa ini, mesin harus bekerja lebih keras dengan menghasilkan daya tambahan yang cukup besar.
Untuk mencapai tenaga ekstra tersebut, sistem pembakaran dalam mesin akan mengolah bahan bakar dalam jumlah yang lebih banyak dalam durasi yang lebih singkat.
Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat secara signifikan. Sementara tingkat efisiensinya menurun jika dibandingkan dengan kondisi saat mobil bergerak pada kecepatan yang lebih stabil dan moderat.
Semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula kebutuhan energi, yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya konsumsi BBM secara keseluruhan.
-
Perputaran Mesin Lebih Cepat
Salah satu faktor utama yang menyebabkan mobil kecepatan tinggi BBM boros secara signifikan adalah lonjakan putaran mesin atau RPM (Revolutions Per Minute).
Saat kendaraan dipacu lebih kencang, mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan performa optimalnya, yang secara langsung berimbas pada peningkatan jumlah bahan bakar yang disuplai ke ruang pembakaran.
Semakin tinggi RPM, semakin besar pula volume bahan bakar yang dikonsumsi agar mesin tetap menghasilkan tenaga yang dibutuhkan.
Dibandingkan dengan berkendara pada kecepatan stabil dan moderat, kondisi ini membuat efisiensi bahan bakar menurun drastis, sehingga tangki BBM lebih cepat kosong.
-
Efisiensi Pembakaran Menurun
Dalam kondisi ideal, setiap mesin mobil telah dirancang untuk mencapai tingkat efisiensi pembakaran yang optimal pada rentang kecepatan tertentu.
Namun, ketika kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi BBM menjadi boros itu karena proses pembakaran di dalam mesin dapat mengalami gangguan.
Hal ini terjadi karena peningkatan kecepatan yang ekstrem sering kali menyebabkan campuran udara dan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna.
Akibatnya, selain konsumsi bahan bakar yang meningkat secara signifikan, terjadi pula peningkatan emisi gas buang yang lebih tinggi.
Tak hanya membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros, tetapi juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan akibat emisi karbon yang berlebihan.
Kecepatan dan konsumsi bahan bakar memang memiliki keterkaitan yang erat. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar pula jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjaga performa mesin.
Oleh karena itu, jika Anda ingin berkendara secara efisien dan menghemat BBM, mempertahankan kecepatan stabil di kisaran sedang adalah pilihan yang lebih bijak.